Rabu, 16 Desember 2015

PROPOSAL PENDIRIAN PERUSAHAAN



Nama    : HARRIS PANGESTU
NIS        :7981
Kelas     : 4TPHP4


 Indonesia adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang produksi pangan. Produk yang di hasilkan adalah cocoa cake dan cocoa butter. Perusahaan ini resmi didirikan pada tanggal 14 mei 2014, dan berlokasi jalan raya serang km. 68 desa julang, kecamatan cikande, serang banten indonesia, dengan luas area pabrik sekitar 6,7 hektar dengan 85% berupa bangunan. Sedangkan kantor pusat berada di Jakarta Selatan. Lokasi PT. Golden Harvest Cocoa Indonesia sangat strategis didukung dengan adanya jalan tol Cikande yang cukup dekat dengan perusahaan. Pabrik PT. Golden Harvest Cocoa Indonesia berada di Serang. Sampai saat ini PT. Golden Harvest Cocoa Indonesia telah memproduksi cocoa butter dan cocoa cake yang sudah dikenal di pasar ekspor.
A.   Komoditas Produk di PT. Golden Harvest Cocoa Indonesia
Ada dua jenis komoditas yang di produksi oleh PT. Golden Harvest Cocoa Indonesia yaitu cocoa cake dan cocoa butter:

a)      Cocoa Cake adalah campuran dari berbagai senyawa setelah cocoa butter diekstraksi dari biji kakao. Umumnya dijual dalam bentuk cocoa powder. Perbandingan antara cocoa cake dengan cocoa butter dalam biji kakao kurang lebih 50:50. Dalam pembuatan coklat, cocoa cake dibutuhkan untuk menambah massa dan umumnya digunakan pada coklat berkualiatas rendah. Sedangkan coklat kualitas tinggi menggunakan lebih banyak cocoa butter  dibandingkan cocoa cake. Cocoa cake berwarna coklat muda dengan pH antar 5,1 hingga 5,4. Namun cocoa cake yang telah diproses memiliki keasaman lebih rendah (pH lebih tinggi, antara 6,8 sampai 8,1) karena alkalisasi yang mengurangi rasa pahit sehingga disukai konsumen. Cocoa cake mengandung antioksidan flavanol dalam jumlah tinggi. Selain itu terdapat juga mineral kalsium, tembaga, magnesium, fosfor, kalium, natrium, dan seng. Semua nutrisi ini lebih banyak terdapat pada cocoa cake dibandingkan  pada cocoa butter. Cocoa cake juga mengandung kafein dan theobromin, yang jarang terdapat pada cocoa butter.
b)    Cocoa Butter atau minyak theobroma adalah lemak nabati berwarna kuning pucat yang diekstrak dari biji kakao. Cocoa butter ini digunakan untuk membuat cokelat, serta beberapa jenis salep, perlengakapn mandi, dan obat-obatan. Penyusun utama cocoa butter adalah trigliserida (lemak) yang berasal dari asam palmitat, asam stearat, dan asam oleat. Cocoa butter diperoleh dari seluruh biji kakao, yang difermentasi, dipanggang, dan kemudian dipisahkan dari bijinya. Sekitar 54-58% dari residu adalah cocoa butter. Kakao ditekan atau dipress untuk memisahkan butter nya.
B.   Penanganan QC di tempat PT. Golden Harvest Cocoa Indonesia
Quality control yang ada di perusahaan tempat saya PI antara lain meliputi QC chemical, QC microbiology, dan QC bean grading.
a.    QC chemical bertugas menganalisa sampel proses produksi apakah dalam proses produksi terdapat masalah dalam kualitas atau tidak, sama halnya bertujuan untuk memonitor proses produk dari awal proses hingga akhir proses apakah masuk dalam jangkaun standar kualitas pangan.
b.    QC microbiology bertugas menangani masalah yang berkaitan dengan mikroorganisme pada produk. Pengujian yang dilakukan antara lain:
-          Pengujian TPC untuk mengetahui total mikroba yang hidup.
-          Pengujian YM untuk mengetahui Yeast dan Jamur yang ada dalam produk.
-          Pengujian patogen berupa pengujian untuk Salmonella dan ecoli, colliform.
-          Pengujian kualitas udara yang akan diuji TPC dan YM
-          Pengujian SWAB TEST untuk patogen dan biasa.
c.    QC bean gradder bertugas untuk menanggani setiap biji yang datang dengan menggambil sampel biji secara random sampling untuk mendapatkan sampel yang representative dan akan dilakukan pengujian.
d.     Penanganan QC (Quality Control) yang dilakukan di PT Golden Harvest Cocoa Indonesia dilakukan pada semua tahapan proses, meliputi:
-       setiap bahan yang masuk,
-       bahan selama di gudang,
-       saat proses produksi, dan
-       bahan yang akan diekspor
 Penanganan QC dilakukan oleh semua personal QC lab yang mana masing- masing personal mempunyai tanggungjawab atas bagian pekerjaan masing- masing. Misalnya personal QC raw material, maka dia yang bertugas mengontrol, mengecek, mengendalikan, memastikan bahan yang datang ke pabrik. Selain itu penanganan QC meliputi profesi Inspecting, Testing, dan Grading. Dengan menggunakan data-data sebagai jawaban untuk pembanding dan estimasi hasil yang baik dan yang tidak baik dipisah-pisahkan untuk mencari mana yang dapat diterima (Accept) dan mana yang ditolak (Reject).Tujuan perusahaan menjalankan QC adalah untuk mencari just to the point dengan cara yang fleksible dan untuk menjamin agar konsumen merasa puas, investasi bisa kembali, serta perusahaan mendapatkan keuntungan. Bagian pemasaran dan bagian produksi tidak perlu memaksakan, tetapi perlu kelancaran dengan memanfaatkan data, inspection dan testing dengan analisastatistic dari QC yang disampaikan kepada pihak produksi untuk mengetahui bagaimana hasil kerjanya sebagai langkah untuk perbaikan. Saat pelaksanaan QC dan testing bisa ditemukan beberapa masalah kualitas khusus, kemudian dibuat suatu study masalah khusus agar dapat dipergunakan untuk mengatasi masalah di bidang penggudangan, produksi, maupun distribusi.
Disamping tersebut di atas tugas QC yaitu:jika terjadi komplain atau return, mengadakan cek ulang dan menyatakan kebenaran return untuk bisa diterima atau tidak diterima secara terpisah lalu laporkankepimpinan supaya bisa mengusut dan memberikan informasi ke departemen terkait untuk kemajuan proses berikutnya.
a.    Konsep QC dari pihak / unit produksi
Para karyawan diproduksi harus mau mengerti dan bertanggung jawab apabila terdapat salah satu produksinya cacat. Dengan ini masalah kualitas produksi yang harus menjadi tanggung jawabanya jangan sampai jelek terus menerus. Dalam konsep pokok QC didalam proses produksi ialah baik buruknya barang produksi adalah merupakan tanggung jawab manager produksi. Bagian QC tidak berhak mencampuri urusan ini, karena tidak demikian sistem kerja QC didalam kenyataannyatidak bisa leluasa dijangkau.
b. Konsep QC terhadap bagian produksi
Hasil produksi dicross checklagi oleh bagianQC dan hasilnya di informasikan kepada bagian produksi dengan data yang jelas sebagai komunikatif, kemudian ditindak lanjuti oleh QC.Quality Control atau pengendalian mutu adalah bagian dari unit usaha yang bertugas mengawasi dan mengendalikan mutu dari bahan baku, proses sampai barangjadi. Dengan adanya Quality Control dalam suatu perusahaan, perusahaan tersebut akan dapat mengendalikan ke konsistensi mutu dan standar yang ditentukan untuk memenuhi kepuasan pelanggan. Selain itu juga untuk mencegah dan menghindari kerusakan produk yang akan berpengaruh terhadap penurunan biaya setelah dijual (after sales), meningkatkan produksi dan menjaga citra produk, cara terbaik mengendalikan mutu propduk, menjadi acuan system kerjadan perbaikan produk yang dihasilkan.
Secara garis besar Field Quality Control dibagi menjadi :
1)    QC Analisa/Laboraturium, QC yang bertugas menganalisa bahan termasuk incoming dan produk akhir
2)    QC Proses mengawasi titik kritis proses misalnya suhu proses, kecepatan mesin, lama waktu dan lain-lain
3)    QC Produk yaitu mengawasi titik kritis produk yang akan masuk  proses dan produk jadi, misalnya bentuk dan ukuran, kenampakan, aroma dan lain-lain.
Dalam struktur organisasi perusahaan bagian quality control bisa ditempatkan  dibagian produksi yang berarti tanggungjawab pekerjaan secara langsung berada dibawah manager produksi. Adapula yang menempatkan Quality Control pada bagian tersendiri terpisah dari bagian produksi, yang berarti tanggungjawab pekerjaan bukan kepada Manager Produksi tetapi langsung dibawah Manager QC atau langsung dibawah Manager Umum (General Manager). Masing-masing penempatan tersebut mempunyai sisi kelebihan dan kekurangan .Yang menjadi penekanan adalah dimana QC tersebut bernaung karena akan memperlihatkan tugas(tanggungjawab) dan wewenang QC.

C.   Penanganan Limbah di PT Golden Harvest Cocoa Indonesia
Penanganan limbah yang terdapat di PT Golden Harvest Cocoa Indonesia dikategorikan dalam penanganan limbah secara biologi karena menggunakan jasa mikrobiologi sebagai pengolah limbah tersebut. Air limbah yang dihasilkan ialah air limbah yang banyak mengandung senyawa organik terutama gula. Sistem pengolahan yang digunakan merupakan kombinasi antara pengolahan aerob dan anaerob. Limbah tersebut diolah diarea tersendiri yang disebut dengan WWT(Waste Water Treatment).Hasil akhir dari pengolahan limbah ini akan ditampung dalambak penampungan akhir, yang kemudian akan dilakukan pengecekan menggunakan ikan. Apabila ikan yang dimasukkan masih hidup, maka cairan siap dialirkan kesungai.
D.   HRD dan standar pegawaidi PT Golden Harvest Cocoa Indonesia
HRD ( Human Resource Development ) adalah suatu pekerjaan yangmenangani berbagai masalah pada ruang lingkup karyawan, pegawai, buruh, manager, dan tenaga kerja lainnya untuk dapat menunjang aktivitas organisasi atau perusahaan demi mencapai tujuan yang telah ditentukan.Peran, Tugas, dan Tanggung Jawab HRD :
a.    Melaksanakan persiapan dan seleksi tenaga kerja (Preparation and Selection), Persiapan, Rekruitmen tenaga kerja ( Recruitment ), Seleksi tenaga kerja ( Selection )
b.    Pengembangan dan evaluasi karyawan ( Development and Evaluation )
Tenaga kerja yang bekerja pada perusahaan atau organisasi harus menguasai pekerjaan yang menjadi tugas dan tanggungjawabnya.Untuk itu diperlukan suatu pembekalan agar tenaga kerja yang ada dapat lebih menguasai dan ahli di bidang masing-masing serta meningkatkan kinerja yang ada. Dengan begitu proses pengembangan dan evaluasi karyawan menjadi sangat penting mulai dari karyawan pada tingkat rendah maupun yang tinggi.
c.    Memberikan kompensasi dan proteksi kepada pegawai ( Compensation and Protection )
Kompensasi adalah imbalan atas kontribusi kerja pegawai secara teratur dari organisasi atau perusahaan.Kompensasi yang tepat sangat penting dan disesuaikan dengan kondisi pasar tenaga kerja yang adapada lingkungan eksternal.Kompensasi yang tidak sesuai dengan kondisi yang ada dapat menyebabkan masalah ketenagakerjaan di kemudian hari ataupun dapat menimbulkan kerugian pada organisasi atau perusahaan.Proteksi juga perlu diberikan kepada pekerja agar dapat melaksanakan pekerjaannya dengan tenangsehingga kinerja dan kontribusi pekerja tersebut dapat tetap maksimal dari waktu ke waktu.Kompensasi atau imbalan yang diberikan bermacam-macam jenisnya. Sedangkan proteksi biasanya diberikan oleh perusahaan kepada karyawan dalam bentuk penggantian biaya ketika karyawan mengalami keadaan kurang sehat (sakit) ataupun ketika mengalami kecelakaan akibat pekerjaan.
E.   Produk Hasil Olah dan Sasaran Pemakai Perusahaan Produk hasil olah yang di produksi di PT Golden Harvest Cocoa Indonesia
a.    Produk hasil olah berupa cocoa butter dan cocoa cake
b.    Sasaran pemakai lokal:
Seluruh wilayah indonesia yang meliputi pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi
c.    Sasaran eksport meliputi:
1.    Asia
2.    Eropa
3.    Amerika
F.   System Pemasaran Perusahaan Pemasaran
System Pemasaran Perusahaan Pemasaran dilakukan di pusat marketing yang berada di Jakarta, dalam hal ini pihak marketing langsung mendistribusikan ke agen-agen besar untuk dilakukan penyebaran terhadap produk yang dihasilkan tersebut.
·         Cocoa butter dan cocoa cake



Pemasaran lokal
1)    Cocoa butter
Dilakukan proses marketing ke kantor pusat utamanya pada cocoa butter, dilakukan pada wilayah Nusantara,dengan sistem yang telah ditetapkan oleh pihak marketing
2)    Cocoa cake
3)    Dilakukan proses marketing ke kantor pusat utamanya pada cocoa butter, dilakukan pada wilayah Nusantara,dengan sistem yang telah ditetapkan oleh pihak marketing
Pemasaran eksport
1)    Cocoa butter dan cocoa cake
Pemasaran di lakukan di wilayah asia, amerika dan eropa

G.  Fasilitas dan Ketenagakerjaan PT. Golden Harvest Cocoa Indonesia
Mempunyai lahan seluas 6,7 hektar yang dilengkapi dengan beberapa fasilitas utama berupa laboratorium, ruang produksi, ruang pengemasan, gudang bahan mentah, gudang barang jadi, mushola,locker, kantin, pos satpam, IPAL,Incinerator, ruang kantor, dan utility. Selain itu terdapat pula beberapa fasilitas penunjang seperti tempat parkir mobil, tempat parkir motor, lapangan sepak bola, dan taman.
PT. Golden Harvest Cocoa Indonesia Memiliki karyawan sekitar 1600 karyawan. Fasilitas yang diterima karyawan antara lain gaji bulanan, tunjangan transportasi, tunjangan kesehatan, asuransi jamsostek, penyediaan makan, serta fasilitas berupa seragam kerja. Karyawan PT. Golden Harvest Cocoa Indonesia ada yang berstatus sebagai karyawan tetap dan ada yang berstatus karyawan kontrak.Waktu kerja karyawan di bagi menjadi 2 yaitu shift dan non shift dengan pembagian waktu kerja sebagai berikut :



1.    Non Shift
Karyawan yang tidak terkenashiftberkerja mulai pukul 08.00 sampai pukul 16.30 selama 6 hari kerja setiap minggunya mulai dari hari senin sampai hari sabtu(stengah hari).
2.    Shift Karyawan
Shift I mulai bekerja pada pukul 07.00 sampai dengan pukul 15.00 dan masuk 6 hari kerja setiap minggunya sesuai ketentuan.

3.    Shift II Karyawan
Shift II mulai bekerja pada pukul 15.00 – 23.00 dan masuk 6 hari kerja setiap minggunya sesuai dengan ketentuan.

4.    Shift III Karyawan
Shift III mulai bekerja pada pukul 23.00 sampai dengan pukul 07.00 dan masuk 6 hari kerja setiap minggunya sesuai ketentuan.

Struktur Organisasi
Bentuk struktur organisasi pada PT. Golden Harvest Cocoa Indonesia adalah struktur organisasi yang terdiri dari beberapa kelompok yang bertugas pada fungsi yang berbeda - namun menekankan pada satu tujuan yaitu pengembangan produk, kemajuan produk, dan juga kemajuan perusahaan. Manajemen teknologi dibagi dalam tiga divisi, yaitu divisi QC (QC dan QA), divisi produksi dan divisi packaging development. Dalam praktik kerja lapangan ini, penulis bertugas divisi pengawasan mutu (Quality Control) yang di dalamnya terdapat QC Chemical,QC Bean Grading, QC Mikrobiologi.

H.   Kepedulian Lingkungan PT. Golden Harvest Cocoa Indonesia
Kepedulian PT.Golden Harvest Cocoa Indonesia meliputi dana sosial untuk beda masyarakat khususnya dilingkungan sekitar pabrik, selain itu rekruitmen pekerja banyak yang diperoleh dari masyarakat sekitar. Kepedulian juga dilakukan dalam bentuk baksos(bakti sosial) untuk masyarakat yang kurang mampu. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar